DEKAN FAKULTAS TEKNIK UPS TEGAL RESMI MENYANDANG PREDIKAT DOKTOR TEKNIK MESIN DARI UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG

Pengembangan bidang akademik merupakan prioritas utama untuk menghasilkan para lulusan yang berkompetensi di bidangnya. Begitu juga yang telah dilakukan oleh Dekan Fakulltas Teknik Universitas Pancasakti Tegal, Dr. Agus Wibowo, S.T., M.T. yang secara resmi telah menyandang predikat Doktor Teknik Mesin Universitas Brawijaya Malang setelah melakukan studi lanjutnya di Universitas Brawijaya Malang selama beberapa tahun.

Dr. Agus Wibowo, S.T., M.T. berhasil menyandang gelar doktor setelah mempertahankan disertasinya dengan judul “Minat Konversi Energi, Peran Polaritas Minyak Nabati Terhadap Karakter Sidik Warna Nyala Api Spray Pembakaran Minyak Jarak, Kelapa, Sawit Dan Kapuk.” Ujian terbuka Disertasi tersebut dipimpin oleh :
Prof. Ir. ING. Wardana, M.Eng., Ph.D
Pembimbing pendamping 1: Dr. Slamet Wahyudi, ST. MT.
Pembimbing Pendamping 2. Dr.Eng. Denny Widhiyanuriyawan, ST. MT.

Dr. Agus Wibowo, S.T., M.T. menyampaikan bahwa latar belakang dibentuknya penelitian ini bertujuan untuk merespon perkembangan Ketersediaan bahan bakar fosil yang semakin berkurang dan menyebabkan harga fluktuatif dan dampak negatif dari bahan bakar fosil untuk mendorong para peneliti untuk mencari bahan bakar alternatif yang terbarukan. Biofuel dapat menggantikan Bahan Bakar Minyak (BBM), yaitu : bioetanol, biodiesel dan biomassa. Biodiesel untuk mengantikan solar, bioetanol untuk mengantikan premium dan biomassa untuk menganti minyak tanah. Dengan demikian penting untuk mengadakan penelitian pada bidang biofuel khususnya minyak nabati. Dalam penelitian ini Pengujian awal yang dilakukan adalah uji komposisi asam lemak dari minyak nabati minyak jarak, minyak kapuk, minyak kelapa dan minyak sawit kemudian dilanjutkan dengan pengujian sifat fisik dan kimianya. Setelah itu dilakukan dengan pengujian nyala api spray pembakarannya untuk mengetahui pengaruh polaritas minyak nabati terhadap tahap pembakaran dan sidik warna pembakaran.

Tahap pembakaran yang terjadi pada minyak nabati: minyak jarak, minyak kelapa, minyak sawit, minyak kapuk yaitu pada minyak jarak dari 2, 3 dan 4 tahapan pembakaran seiring dengan meningkatnya tekanan, pada minyak kelapa 1 dan 2 tahapan pembakaran seiring dengan meningkatnya tekanan, sedangkan pada minyak sawit 1 tahapan pembakaran, pada minyak kapuk 1 tahapan pembakaran. Hal ini disebabkan karena adanya asam lemak jenuh dan tak jenuh pada minyak nabati yang mengakibatkan minyak jarak dengan kandungan asam lemak tak jenuh yang dominan sehingga lebih reaktif dalam pembakaran. Sedangkan pada minyak kelapa yang memiliki asam lemak tak jenuh lebih dominan tetapi dalam pembakaran lebih reaktif dibandingkan dengan minyak sawit dan kapuk dikarenakan pengaruh dari polaritas yang tinggi dari minyak kelapa. Hasil sidik warna minyak nabati: minyak jarak, minyak kelapa, minyak sawit, minyak kapuk yaitu mendapatkan kedekatan warna jika dibandingkan dengan solar dari yang paling tinggi kerendah yaitu minyak kelapa, minyak jarak dan minyak sawit dan minyak kapuk hal ini dipengaruhi adanya polaritas dan kadar asam lemak jenuh dan tak jenuh yang mengakibatkan reaktifitas pembakaran minyak nabati berbeda-beda yang mengakibatkan sidik warna dari masing-masing minyak nabati menjadi khas.

Menurut Dr. Imawan Sugiarto, S.H., M.H. selaku Ketua YPP Tegal menyandang gelar doktor di bidang Teknik Mesin menyampaikan dengan bertambahnya pengajar yang bergelar doktor berharap agar mutu pendidikan di Fakultas Teknik UPS Tegal akan semakin baik. Saya juga berharap keberhasilan ini bisa diikuti oleh teman-teman staf pengajar yang lain untuk meningkatkan kompetensi bagi para dosen yang masih S-2 agar segera mendaftarkan diri untuk melanjutkan pendidikannya di jenjang S3 di perguruan tinggi di dalam negeri untuk dosen senior, sedangkan bagi yang muda disarankan untuk melanjutkan pendidikan S3 di luar negeri. Semoga ilmu yang telah didapat bisa bermanfaat bagi banyak orang bagai pohon yang lebat buahnya.

 

Sumber: FT UPS Tegal



Leave a Reply